Terlintasi bunga-bunga liar jalanan
tumbuh tampak menawan namun tlah layu
merekah kala gelap malam datang
layaknya bulan dan bintang-bintang bersinar
Menghirup udara bermandikan celaan
masa lalu yang teriris belati kenyataan
benih keindahan beralaskan kesengsaraan
bersama mimpi tergelincir di lumpur kenistaan
Mengais bahagia terkoyak buasanya nafsu
goresnya tak lagi harumkan wanginya
terhiasi senyum manis di paras yang elok
namun sembunyikan tangisan di dalam hati
Memandangi hidup di depan mata
lahirkan harapan tuk menjawab pertanyaan
"dapatkah matahari terbit dari utara
hingga merubah garis keberadaan jiwa"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar